Berita Hari Ini


Seorang wanita dicerca sekitar karena dikira telah melewatkan dunia
"Pekerjaan mana yang mau menerimamu dengan penampilan seperti itu?"
Sang wanita tersenyum. Pikirannya mengangkasa. 

Seorang wanita dicerca sekitar karena terlalu muluk-muluk katanya
"Memang mau pekerjaan seperti apa? Itu tidak mau, ini tidak mau."
Sang wanita tersenyum. Lukanya menganga.

"Bumi Allah itu luas. Kuyakin ada yang cocok denganku, hanya saja aku belum tau." Wanita itu memberanikan diri membuka suara. "Masa sih Allah melewatkan rezeki yang sudah ditakdirkan-Nya untuk kita?" imbuhnya.

"Bukannya begitu. Maksud kami, ya... kendurkanlah standarmu itu. Jangan saklek-saklek amat. Hidup di masa sekarang itu harus fleksibel dan dinamis mengikuti zaman. Dunia itu gak mesti jadi apa yang kita mau. Emang kamu siapa sampai diperhitungkan dunia? Tidak ada uang, koneksi. Sudahlah yang ada saja."

Sang wanita terdiam. Diam-diam, ia menyelam ke dalam sanubarinya mencari apapun yang disisakan iman. Ia melihat setetes air di telunjuk tangan, "Inilah dunia." bisik sang wanita pada dirinya. Lalu tiba-tiba angin terhempas-hempas ke wajahnya dari barat. "Oh, lautan ! Ini akhirat ! Aku ingin berlayar, aku membutuhkan perahu bernama taat." sang wanita menjadi kegirangan.

"Pikirkan lagi yang matang. Kuharap kau berubah pikiran." Ucapan orang-orang tadi menyadarkan lamunan sang wanita. Sedetik kemudian mereka bergegas pergi. 

Sang wanita masih tetap duduk di tempatnya. Ia menatap langit, "Ya Allah, aku ingin taat."

Tuhan tersenyum dari Arsy-Nya sambil menaruh sebuah surat yang dikirim lebih dari 14 abad. 

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati. Padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman."

Q.S Ali Imran : 139






Komentar

Postingan Populer