EFEK HUJAN




Kadang, ada fase dalam hidup seseorang dimana dia bisa mendengarkan "dirinya" dengan bersih. 

"Gue lagi ngapain sih sebenernya?" atau "apa hidup gue bakalan begini terus selamanya?"

Mungkin saja pemikiran itu pernah sekelibat melintas. Tapi lambat laun, secara pasti kekalutan itu membuat semua yang ia lakukan menjadi hambar. Tak ada gairah. Tak ada nyawa. Perasaannya sudah seperti lapangan kosong yang ditinggal sendirian selepas hujan semalaman. Ia kelelahan padahal tidak melakukan apa-apa. Mata tidak bisa menangis dan dia merasa jengah setengah mati.

Apa fase ini pernah ada di hidup kamu? 

Ah, hari ini aku belajar pada tanaman. Dengan insting terbatasnya, ia selalu bergerak ke arah cahaya. Lantas, jika tanaman saja bisa begitu, bagaimana dengan manusia yang fasilitas inderanya dibuat sedemikian lengkap? 


Komentar

Postingan Populer