Padamu, aku dikekang rindu
Bagaimana mungkin hatiku
masih berdegup dikisahkan kisahmu yang mengisahkanku?
Tentang kau yang
diam-diam merindukan
Diam-diam
menyebut-nyebut
Diam-diam khawatir,
lantas menangis menantikan perjumpaan
Padahal raga kita
terpisah antah berantah
Lucu, memori kita
terpenjara
Aku berhenti mengharap
detik merambati benda plastik itu
Semoga saja relativitas
waktu dapat bekerja
Jika tak kutunggu,
kuharap tunggu dapat secepat berputarnya lagu-lagu kesukaan
Dengannya aku tak perlu
terlalu menderita
Seperti gadis lain yang
dimabuk cinta
Diam-diam aku merapal
puisi-puisi manis
Meniru caramu berjalan,
makan, dan bertutur kata
Mencintai yang dicintaimu
Membenci yang dibencimu
Oh, aku baru tau jika
jatuh cinta dapat berkali-kali
Kekasih,
Semakin lama setiap
penggal kata ini menjadi terlalu sulit
untuk disusun
Ia tak bergerak, hanya
mengendap di langit-langit
Dadaku bergemuruh,
setapakku melegam dengan mata airnya
Aku merindukanmu
Kepada Rasulullah
Muhammad shollallahu ‘alaihi wassalam,
Sukabumi, 10 Juli
2019
NR

Komentar
Posting Komentar