Surat (Dua)
Teruntuk Awan. kutulis surat ini di Bimasakti, pada sepertiga malam.
Semuanya tidak harus sempurna, karena dari kesalahan kita dapat tahu bahwa Tuhan adalah maha pemaaf.
Semuanya tidak harus tanpa cacat, karena darinya kita tahu betapa indahnya saling memapah.Semuanya tidak harus sempurna, karena dari kesalahan kita dapat tahu bahwa Tuhan adalah maha pemaaf.
Bangunlah lebih pagi hari ini, matahari mengadu padaku bahwa ia ingin disapa olehmu.
Salam dari jauh,
Angin.

Komentar
Posting Komentar