Surat (Satu)

Teruntuk Awan. Kutulis surat ini di Bimasakti, ketika matahari naik sepenggalah.                                             
Assalamu'alaikum.. 
Kamu baik, Awan? Sepertinya hari-hari menjadi berat.
Bersyukurlah jika kamu merasa buruk, itu artinya kamu sadar bahwa keadaan demikian adalah ketidaksesuaian; sesuatu yang layak dicarikan jalan keluar dan hikmahnya. Bersyukurlah jika kamu merasa buruk, itu artinya nalarmu masih sehat untuk menyadari bahwa hal itu tidak seharusnya terjadi dan karenanya kamu menjadi bergerak dan tumbuh.

Kamu tau kisah ini?
Seorang nelayan membawa banyak ikan segar di dalam kotak berisi air di atas perahunya. Ketika sampai ke daratan ia terkejut karena mendapati ikan-ikan tangkapannya mati, padahal si nelayan sudah menyediakan sirkulasi yang cukup di atas kotak airnya. Alhasil, secara finansial, waktu dan tenaga ia mengalami kerugian.
Tapi nelayan tak habis akal. Keesokan harinya ia sengaja memasukkan hiu-hiu kecil ke dalam kotak yang sama dengan ikan hasil tangkapan nelayan yang lain. Dan kamu tau apa yang terjadi setelah nelayan sampai ke tepi dan membuka kotaknya?

Ikan-ikannya masih hidup !!!

ternyata Awan, hiu-hiu kecil menjadi perangsang bagi ikan-ikan lain untuk terus bergerak sehingga mereka bisa melangsungkan hidupnya.
Jadi bagiku, segala ketidaknyamanan yang terjadi dalam hidup sebenarnya adalah hiu-hiu kecil yang perlu ada, supaya kita terus bergerak, supaya kita keluar-atau setidaknya bisa berdamai dengan keadaan-keadaan yang tidak menyenangkan itu.

Banyaklah minum air putih. Sehat-sehat ya.





Salam dari jauh, 



Angin                  


Komentar

Postingan Populer