When Everything Is Turn Out Bad



Kamu kehabisan cara. Kamu gak tau mesti gimana lagi. Segala macam usaha udah kamu kerahkan dengan sebaik-baiknya tapi hasilnya masih nihil. Gak keliatan sama sekali. Kamu marah sama Tuhan kamu, pake acara ngedumel sampe ngancem, masih mending ngedumelnya diatas sejadah, lah kalau dihadapan hal-hal yang selama ini kita wanti-wanti keburukannya, gimana ?
Di kepala muncul segala macem; segala tulisan yang udah pernah dibaca, ucapan yang pernah didengar dan emosi yang anteng bertarung:

“ini adalah resiko yang udah lo tau sebelumnya. Ini ujian yang udah pasti menimpa orang yang mengaku dirinya beriman. 


-Tau gitu gue mending biasa-biasa aja,  toh orang yang adem ayem aja hidupnya sebegitu mulusnya. Seterjal-terjalnya mereka berada di “zona aman”nya gue.



Disitulah letak perbedaan kapasitas & kemampuan seseorang. Ini karena lo bisa, lo mampu. Gak akan serta merta Tuhan ngasih ini semua tanpa perhitungan! Gak ada ceritanya anak SD ikut SBMPTN. Bersyukurlah, berarti lo anak SMA.

-Tapi kenapa susah banget ...”

Pada part itu, nangis aja. Ga apa-apa. Bisa jadi itu waktu mustajab.  Kamu udah kenal the darkest hour theory, ibaratnya, ini udah tengah malem, udah sangat gelap. Berarti pagi tinggal sebentar lagi. Bersama keberserahan kita tunggu pagi sebentar lagi. Sabar.... Panggil Allah dengan hati kita yang rintih, dengan lisan yang hampir tak memiliki suara “Allah...Allah..” dengan setulus-tulusnya. Dan rasakanlah dengan iman bahwa disaat yang sama Allah juga langsung menjawab “Ya hambaku..?”  Pas lagi down parah gitu, pas denger adzan, bangun lagi, wudhu lagi. Meski masih marah, meski matanya masih sembab dan terisak, “ancem”  Allah lagi, kaya gini :

“Semarah apapun aku dengan apa yang menimpa diriku, aku tidak akan berhenti mencintaiMu” 

Raih kembali surat cinta dariNya. Allah akan hibur dengan dialog terindahNya. Semoga Allah lekas menghibur hati-hati hambaNya yang patah dan menguatkan langkah-langkah yang gontai menujuNya.


Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

“Maka, boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenanya, karena mereka akan mengatakan “mengapa tidak diturunkan kepadanya harta (kekayaan), atau datang bersamanya malaikat? Sungguh, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah memelihara segala sesuatu.
– QS HUD:12

Dan jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) Kami cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih.
Dan jika Kami berikan kebahagiaan kepadanya setelah ditimpa bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, “bencana itu telah hilang dariku”. Sesungguhnya dia (merasa) sangat gembira dan bangga, kecuali orang-orang yang sabar dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
 QS HUD: 9-11

Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna), dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia), dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan. 

QS HUD 15-16

Dan  bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya ;  dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
Dan katakanlah: “kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang jelek.
Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal soleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik. Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn,  mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya dan tempat istirahat yang indah.
QS AL KAHF : 28-31

Komentar

Postingan Populer