Duduk
Setiap kata akan dipertanggunjawabkan.
Maka aku tak bisa melumat kata-kataku sendirian setelah memuntahkannya. Aku hanya bisa memilih, jika itu kebaikan maka harus kukemas ia dengan meniru suri tauladan. Apabila tidak, bukankah emas akan kudapat ketika diam?
Setiap aksi akan melahirkan konsekuensi.
Maka aku perlu menyesuaikan dengan apa yang Robbku inginkan. Atas kuasa yang telah diserahkan padaku, maka setiap penghambaan seyognyanya kutunaikan tanpa keterpaksaan. Sebab dengan sejati, ridhoNya adalah nafas, yang tanpanya aku hanya partikel menyebalkan lagi tak tahu berterima kasih.
Setiap doa akan naik ke udara.
Namun terhijab oleh dosa-dosa yang masih tertahan oleh makanan haram di kerongkongan, oleh hati yang masih tersakiti, oleh perangai sok suci dan semaunya sendiri. Maka hati, cepatlah merasa atas kesalahan rasa.
Robbi, hari ini telah kuhabiskan. Aku mengeja keterbatasanku di tengah malam sambil menimbang-nimbang apakah ridho dariMu sudah berada dalam genggaman?
Robbi.. mohon perkenankan ampunan.


Komentar
Posting Komentar