KASO


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ


Segala puji hanya milik Allah yang dengan segala nikmatnya segala kebaikan menjadi sempurna.


Maha suci Engkau ya Tuhanku. 

Terimakasih atas rizki kesempatan untuk bisa menginjakan kaki di belahan bumiMu yang lain. Semoga tak hanya pemandangan baru nan indah yang sampai di pelupuk mata tapi juga iman dan kesyukuran yang memenuhi baterai hati. 

Orang-orang disini hidup di pinggiran gunung dan belahan sungai besar. Mereka menggunakan perahu sebagai mobilisasi. Tetapi MaasyaaAllah, kendatipun mereka berada terpencil di ujung negeri, rezeki-rezeki itu berjalan menuju pemiliknya. Tersangkut di jaring-jaring ikan, terserap ke dalam daging hewan ternak, terkubur subur oleh apa yang ditumbuhkan bumi dengan izinMu. 

Ya Allah, perjalanan ini memang panjang, tapi, lagi, suatu saat ia pasti menemukan tempat henti. Semoga ia dapat rehat di tempat labuh yang tepat, di tujuan rihlah para pengembara dunia sambil membawa sebaik-baik bekal untuk pulang. Sebuah persembahan terbaik untuk sebaik-baik pertemuan. 

Pohon-pohon albasia,
Sinar matahari terpelanting di antara riak sungai,
Pohon kelapa tua yang tangguh dan tua,
Ladang kering yang ditinggalkan,
Ranting kering beruntun seperti membentuk jaring, 
Gunung batu di utara seperti tergerus pelan dalam waktu yang lama,
Angin semilir menjentikkan daun-daun ke permukaan air, dan di atas perahu manusia seperti miniatur di dalam galeri alam. Sementara di balik bukit ini, semuanya masih tampak samar, menarik intuisi bermain dengan praduga. 

Perahu berpapasan,
Lambaian tangan. 
Setenggak udara, 
Cinta. 












Komentar

Postingan Populer