Viral di Langit
Ada banyak tetesan hujan menyesap ke dalam tanah. Tak terlihat dan terlewatkan. Mereka terpental dari hingar bingar dan memilih bergerilya dalam upaya kemanfaatan. Sering kudapati mereka diam - diam meluruhkan dada atas gaduh di dalamnya, tangan mereka kepayahan menghapus mata yang sudah seperti kaca. Di palung hati terdalam, mereka menemui Rabbnya dengan tidak percaya diri, beban di bahunya terguncang saking kerasnya ia mengemis perhatian. Di hadapan manusia mereka adalah samudera. Lapang, jauh, dan tenang. Tapi di dalam dirinya mereka adalah pengembara yang ketakutan setengah mati, khawatir jika sekonyong - konyong riya dan ujub menyergap qolbu, lalu membakar harapan cintanya menjadi abu.
Bila tiada, mereka meninggalkan bunga. Orang-orang yang berjejak dipijaknya akan merindu. Kupu - kupu enggan pulang, mereka terpesona oleh pahala jariyah yang tiada terputus mengantri dari seluruh penjuru bumi ; dari sedekah yang menegakkan tulang setiap yang lapar, dari hati yang tersentuh oleh akhlak dan tutur yang lembut, dari setiap huruf hijaiyah yang dibaca terbata-bata dan dari anak - anaknya yang sholih, yang mengembang-biakan setiap benih kebaikan.
Rabbi, mohon jadikan aku salah satu dari mereka.


Komentar
Posting Komentar