Canggung



        Di dunia nyata aku tak banyak bicara. Maka dari itu jangan menangis, karena aku tak punya sesuatu untuk meredam pilumu Karenanya aku hanya akan tersiksa sendiri lalu menyalahkan diriku dan mengutukinya.
 
      Aku seorang tak berperasaan katanya, hanya karena aku tidak pernah berani menunjukan ekspresi ataupun perasaanku. Benarkah begitu? aku memikirkan ini semalaman, bahkan dalam mimpiku yang panjang, seperti sesuatu yang tak berkesudahan. Apa seseorang yang menikmati segala yang berkecamuk dalam dirinya sendirian tidak terhitung sebagai seseorang yang dapat merasa? Jikalau benar begitu, maka aku bukanlah seorang perasa sepertinya. 

        Aku sering merasa marah dan sedih secara bersamaan. Aku sering kesal kepada diriku sendiri. Aku terus dihantui rasa bersalah, merasa tidak berarti, merepotkan, dan aku tidak bisa mengungkapkannya pada siapa-siapa. Saat menjentikan jari - jari untuk menyusun kalimat inipun aku menggigit bibirku agar tak ada sedikitpun suara yang keluar dari mulutku. Mataku panas dan berbayang, tapi aku mencengkram dadaku sendiri supaya ia tak mengganggu siapapun yang tertidur nyenyak malam ini. Mmm, kenapa ya aku seperti ini? apa aku lemah seperti prasangka yang kubuat untukku sendiri? 

      Maaf membuat segalanya menjadi terasa begitu sulit. Aku juga tidak ingin seperti ini sebenarnya. Maafkan aku ya.

          Kau pasti sangat lelah. Selamat tidur.

Komentar

Postingan Populer