Pertemuan
Nanti, aku akan bertemu dengan Tuhanku.
Aku akan bertemu dengan Dzat yang begitu pengasih kepadaku.
Yang memberikan kehidupan sewaktu di dunia,
Memberiku kesempatan untuk sedikit mengenalNya.
Meski sulit terjamah oleh jiwaku yang lemah.
Nanti, aku akan bertemu dengan Tuhanku.
Dzat yang mengawasiku setiap waktu,
Melihat duduk maksiat dan cacat taatku.
Yang memberi fitrah dan memahamkan rasa.
Lalu menutupi aib - aibku.
Aku belum punya jawaban saat ia bertanya lisan dan lakuku ketika di dunia.
Aku tak percaya amal - amalku.
Nanti ketika bertemu berdua denganNya di hari persidangan, aku benar - benar tak memiliki apa - apa.
Mungkin aku akan menangis, tapi aku tak bisa lari.
Nanti ketika aku bertemu denganNya, aku malu.
Teramat malu.
Takut banyak tugas yang belum selesai.
Takut ibadahku di hadapanNya tak bernilai.
Karena banyaknya salah dan payah.
Sedang sangkaku berlari jauh mengandalkan percaya diri.
Nanti, aku akan menemui Allah.
Yang melihat fatihahku terkantuk - kantuk di waktu subuh.
Yang melihat fatihahku malas di waktu isya.
Nanti, aku akan menemui Allah,
Yang membangunkanku setiap hari dan memberi rezeki.
Yang mengatakan padaku "bahwa Ia dekat dan mengabulkan doa - doa" di dalam Al Qur'an.
Yang mengetahui setiap yang terbetik di hati.
Dan menidurkanku dari lelah.
Nanti ketika menemuiNya, ketika aku menemuiNya...
Aku berharap Ia yang langsung berkata "Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoiNya.
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba - hambaku,
Masuklah ke dalam surgaKu."
NR

Komentar
Posting Komentar