Angkasa Tanpa Ruang
Kenangan menapaki jalan setapak. Mengendap pada langit-langit, melengkapi lorong panjang dengan seberkas fatamorgana.
Kenangan buruk menyisakan luka pada setiap cerita. Kadang menjadi langit. Biru.
Kenangan baik menghunus sepatik pacu pada bibir-bibir daun yang malang nan keronta. Lalu membuatnya bersinar dan mengabu seketika.
Dan rindu menjadi sebuah ruang tak berlantai. Tanpa relativitas. Tak tertembus matahari dan kita hanya duduk sepi memandangi kerja tinta dan laser proyektor masa silam menari-nari.
Hatimu jauh, akalmu menjadi tak terperi. Ragamu saja yang masih di bima sakti.
Kenangan buruk menyisakan luka pada setiap cerita. Kadang menjadi langit. Biru.
Kenangan baik menghunus sepatik pacu pada bibir-bibir daun yang malang nan keronta. Lalu membuatnya bersinar dan mengabu seketika.
Dan rindu menjadi sebuah ruang tak berlantai. Tanpa relativitas. Tak tertembus matahari dan kita hanya duduk sepi memandangi kerja tinta dan laser proyektor masa silam menari-nari.
Hatimu jauh, akalmu menjadi tak terperi. Ragamu saja yang masih di bima sakti.

Komentar
Posting Komentar