Rumah


Pikiranku berat dan aku teringat kata-katamu terakhir kali.

Cita-citamu mulia. Jadi pergilah, kejar mimpimu. Raih yang seharusnya menjadi takdir. Jangan jadikan aku-keadaanku sebagai alasan kau tak melangkah. Sebab aku akan merasa berdosa sekali. 
Hidupku telah sulit semenjak aku lahir dan aku berjuang keras mengemas setiap keping kebahagiaan yang menurut orang sama sekali tak berarti. Tapi aku yakin inilah takdikrku; membantu darah dagingku menemui takdir terindahnya. Supaya darahnya tak sampai menetes di jejakku, supaya akalnya tak sebodoh diriku, supaya dagingnya bergizi, supaya memiliki kehidupan yang lebih baik. Dimuliakan banyak orang.


Nak, tidak usah khawatirkan apapun. Jangan takut mengorbankan rindu-rindu karena doaku mengetuk langit setiap saat. Tetap tenang dan tegakkan dada. Lakukanlah hal yang besar dan jangan ogah untuk belajar dari kesalahan. Kamu tidak sendiri, kamu selalu punya Tuhan dan aku. Aku adalah rumah. Pulanglah jika kau merasa terlampau jauh. Kembalilah pada saatnya, karena aku akan selalu menjadi rumah

Komentar

Postingan Populer