Sebuah Rahasia

"Kok bisa gitu ya?" 

"Kasihan, tragis sekali"

Tetangganya masih menyumpal hidung dengan handuk mandi mereka sementara jasad pemilik rumah masih di bolak-balik petugas di TKP. Hari itu pagi, kaca-kaca rumah masih bersisa embun tapi rumah seorang lelaki paruh baya sudah dijejali banyak orang. 

"Dia jadi stress semenjak cerai tahun lalu"

"Iya. Istrinya minta cerai kan gara-gara usaha suaminya gulung tukar dan kelilit banyak hutang" 

"Kasihan sekali nasibnya"

Gambar dua orang anak kecil dalam figura menyaksikan secarik kertas di samping tali temali yang menjerat nadi sang Ayah.

Aku tidak bisa menangani rasa sedih. Aku merasa tidak tertolong namun juga tidak bisa meminta bantuan. 
Siapapun, jika anak-anakku bertanya tentang Ayahnya tolong katakan saja pada mereka bahwa mereka tidak punya Ayah. Aku tidak tega membiarkan mereka mengetahui bahwa Ayahnya adalah seseorang yang lemah. Aku menyangsikan kegagalan diriku menjadi orang tua dan panutan bagi mereka. 

Sudut mata lelaki paruh baya itu masih basah.


Komentar

Postingan Populer