Istiqomah

Selalu pengen nangis setiap denger kata ini. Entah kenapa.

I talk to my self : 
Gak ada harga yang sesuai buat beli yang namanya hidayah. Mau harta kamu sepenuh bumi pun, tetap ga bisa ngeganti 1 rakaat solat kamu. Dan yang penting, hidayah bukan merchandise yang bisa didapatkan secara cuma-cuma. Hidayah udah semacam hak prerogatif, yang Allah kasih aja ke hambaNya yang Dia kehendaki. But, ini bukan berarti alasan agar orang-orang melakukan bisa melakukan pembenaran atas perbuatan buruknya. Allah kasih kalau kamu mau, kamu minta dan kamu ada usaha untuk membuktikan that you're worth it to get it.

"Gue belum dapet hidayah" 
itu alibi yang sering dilontarkan dulu ketika papasan sama aturan yang bertentangan dengan diri sendiri atau lingkungan sekitar. tapi ucapan seseorang seakan bikin nampar : orang-orang yang lagi solat, orang-yang berpakaian sesuai syariat yang ga sengaja kamu liat di manapun itu; adzan yang kamu dengar 5 kali sehari adalah tawaran hidayah secara tidak langsung buat kamu. Radarnya tinggal kamu pasang aja, nanti sinyalnya bisa cepat dan lebih kuat kamu tangkap. 

"oh, come on Dude, sibuk banget lu urusin hidup orang. Perkara agama mah masing-masing aja. repot amat !"
dulu suka sebel kalau misal ada orang yang promote tentang agama dan hal-hal yang berbau islami lainnya. Ya, aku juga islam tapi menurutku (dulu) masalah beragama adalah hal yang sifatnya individu. Orang gak perlu tau dan masalah peribadatan balik lagi terserah ke orangnya. Intinya aku dulu bodo amat masalah beginian.
Tapi setelah sedikit-sedikit gabung kajian, baca-baca dan menyaksikan sendiri berada dalam lingkungan yang mempromote saudara muslim untuk kembali ke aturan islam- aku jadi ngeh betapa orang-orang ini dibutuhkan keberadaannya. Mereka, spesies langka ini adalah alarm yang ngeh bahwa pengaruh dunia itu menyeramkan-melenakan sebetulnya kalau kita ga punya kontrol. Man, menurutku merekalah orang-orang yang paling tulus yang perlu ada dalam lingkungan sociaty kamu, mereka care sama hidup kamu dunia wal akhiroh. Ibaratnya mereka yang udah pernah ngerasain manisnya madu, ngerasain manfaat makan madu, pengen juga saudaranya merasakan kebaikan madu yang sama kaya mereka. Karena Tuhan sendirilah yang menyuruh mereka supaya saling mengajak untuk "makan madu".

"jadi ini islam? should I take it? kalau gue berislam terus hidup gue entar gimana? temen-temen? keluarga?"
itu ketakutan pertama yang aku rasain ketika dulu pada akhirnya memutuskan buat pakai kerudung. Takut di cap aneh, kolot, dll. Tapi sejarah Rasul adalah kaca terbaik untuk bercermin, keputusan hijrah Rasul ke Madinah dulu juga merupakan perjalanan yang sulit, banyak yang harus di korbankan. Tapi kalau semuanya lillah, ga ada yang susah. Nah,  kalau ketakutanku sekarang cuma karena takut ditinggalin temen-temen- yang notabene nya ga pernah ngasih makan, bayarin SPP atau sekadar beliin pulsa kuota- rasanya cetek sekali dibanding sahabat-sahabat Rasul yang sampai harus di usir dari keluarganya, ditindih pake batu di padang pasir pas lagi terik-teriknya karena disuruh melepaskan ketauhidannya. Bahkan ada yang sampai tangan dan kakinya ditarik kuda di dua sisi yang berbeda, terus kuda itu di cambuk sekeras-kerasnya sampai bikin anggota tubuh sahabat itu tercerai berai. (Semoga mereka syahid dalam rahmat Allah..)

Teman-teman, jangan takut untuk hijrah. Takut islam meng-cut semua hiburan yang-sifatnya mubah (dibolehkan) dan hobi-hobi menyenangkan yang biasa kita lakukan. Islam tidak pernah merubah karakter, tapi islam merubah motivasi. Buktinya, ketika Umar yang karakternya dikenal keras telah memeluk agama Allah, ia tidak lantas menjadi pendiam, pemalu, justru dengan sifat kerasnya ia menjadi bijak dalam mengunakkan karakternya di jalan yang terbaik. Menjadi islam tidak menjadikan kita sebagai kaum yang terisolir, sebab islam berpedoman pada petunjuk hidup yang luar biasa kerennya, yaitu Alqur'an. Islam tidak sesempit perihal ibadah saja, islam juga mengatur hidup berpolitik, berdagang, belajar, bermasyarakat dsb.

Buat kamu yang sudah merasakan ni'matnya berhijrah, keep istiqomah ya. Karena Tuhan sudah beri kamu kekayaan yang jauh lebih bernilai dari harta orang terkaya di bumi sekalipun. Tetaplah berfokus menjadi manusia yang dicintaiNya. Selamat caper (cari perhatian) ke Allah ^^ Bismillah..









Komentar

Postingan Populer