Thank You For Staying Alive

Pernah baca judul ini di suatu acara tv.

Ternyata ada banyak orang-orang depresi di sekitar kita and they need help.
Sayangnya orang-orang ini tidak bisa minta tolong, atau mungkin tidak tahu caranya. Sementara lingkungan di sekitar mereka selalu mengomentari kenapa mereka selalu murung dan mengajak mereka (yang terkesan memaksa sebenarnya) buat ceria. Tapi bagi penderita depresi hal itu bisa jadi tambahan beban tersendiri karena buat bisa "berdamai" dengan perasaannya saja butuh banyak effort. Again, They don't know how to face it.

Dari kenyataan yang sudah-sudah, rasanya tragis sekali seseorang yang bisa mengumpulkan banyak orang untuk dihibur, bersenang-senang adalah seseorang yang kesepian di sangkar popularitasnya. Timpang di kamar sepinya. Tak ada yang mendengar tentang hari-harinya yang lelah dan jengah. Hatinya mengumpat sendiri karena terlalu banyak dikemas dengan citra. Tak Jarang, besok atau lusa, nama mereka berakhir di surat kabar sebagai korban. Entah obat, pistol, atau tali, yang pasti itu dibuat tangan mereka sendiri.

Perasaan sedih dan kosong yang berkepanjangan, emosi yang mudah naik-turun, tidak berenergi, sulit berkonsenterasi, nafsu makan yang kurang atau terlalu banyak dari porsi biasa, kurang atau terlalu banyak tidur, menghindari sosialisasi, sampai pada pikiran untuk bunuh diri merupakan sinyal yang perlu kita perhatikan jika sudah ada pada diri atau orang terdekat. Sebab, pada gejala ini banyak orang yang tidak aware dan pikiran "gue bisa sendiri" "buat apa cerita ke orang?" "nobody is care" dan perasaan-tidak menyenangkan lain yang tidak disalurkan dengan baik- itulah yang lama-kelamaan bisa jadi ampas yang mengendap di mental kita dan bisa meledak secara mengerikan sewaktu-waktu.

Guys, mungkin sudah saatnya kita "normal"kan lagi fungsi kita sebagai makhluk sosial. Sekadar saling senyum atau bertegur sapa dengan tulus kepada orang yang berbeda level usia saja sudah luar biasa senangnya. Sekadar bantu menyeberang jalan orang tua atau anak-anak saja sudah luar biasa efeknya. Sekedar mengalah tempat duduk atau bergeser posisi duduk di angkutan atau fasilitas umum saja sudah luar biasa mulianya. Sekedar berterimakasih atau meminta maaf saja sudah luar biasa kerennya.

ahh...  ternyata sesimple itu.

Sadar atau tidak, terkadang kita sungkan untuk bertanya kepada orang yang berkamuflase atau menunjukkan gundah gulananya secara nyata : "Apakah kamu baik-baik saja?" padahal ucapan ringan itu obatnya luar biasa ampuh untuk bikin aware kalau kita sebenarnya punya nurani, dan dia butuh nutrisi. Padahal sebenarnya satu usapan di punggung atau genggaman di tangannya adalah obat yang luar biasa menenangkan buat dia. Dia tidak menginginkan solusi, dia hanya butuh didengar.


By the way, siapapun kamu yang mulai atau sudah merasa ciri-ciri ini berada di dalam diri kamu cukup lama, tidak apa-apa, tidak usah merasa malu atau tersudut, semua orang punya peluang yang sama untuk mengalami ini. Semua orang bisa marah dan kecewa terhadap sesuatu dan mungkin hari ini giliranmu mendapatkannya. Jadi menangislah, tidak apa-apa. Menangis saja. Orang-orang tidak akan menyalahkanmu karena besok atau lusa mereka juga akan mendapat gilirannya. Kamu sudah melalui masa yang panjang untuk bertarung dengan perasaanmu sendiri, tidak apa untuk pernah kalah dan terseok. Kamu bisa pulih lagi. Ketenangan adalah hak setiap orang, tak terkecuali kamu. Dan di atas semua itu aku bilang dengan perasaan yang penuh:


Thank You For Staying Alive. 


Kepada diriku, kamu tidak bisa menjadi mulut selamanya dan kamu juga tidak bisa menjadi telinga selamanya. Jadi, hiduplah dengan hidup.






Komentar

Postingan Populer