Dear Me


hhfft... akhir-akhir ini menjadi berat bukan? tidak apa-apa.
Coba bernafas dengan tenang dan pejamkan matamu. Aku tau semuanya terlalu mengerikan saat ini. Kali ini jangan lawan apa yang kau rasa, nikmati dan luruhlah bersamanya, bahkan ketika air mata tidak bisa dihindarkan, cari tempat sunyi dan menangislah. Sungguh, tidak apa-apa. Tidak ada yang buruk dengan itu.

"maafkan aku ya"

sulit sekali mengatakan itu kepada dirimu, padahal aku sering membuatmu kesulitan. Ketika kau kelelahan aku terus memaksamu mengemas barang-barang, meraih ransel dan berlari lagi. Aku sering menganggapmu payah hanya karena kau tidak bisa mengendalikan diri dan semesta. Aku terus menyuruhmu menyangkal perasaan-perasaan tidak menyenangkan itu. Saat kau menangis karena hatimu cedera aku malah mengolokmu lemah. Aku sering jengkel karena kukira kau terlalu emosional, padahal kau sudah berusaha sebaik mungkin untuk mendengarkanku ; "Berhenti merasa sedih. Jangan berlebihan. Senyumlah lebih lebar kepada semua orang. Berusahalah agar terlihat normal dan baik-baik saja !"

Lalu kita akan bertengkar. Aku merasa bersalah, sepertinya aku tidak mencintaimu dengan baik.

Kau pasti sangat sedih. Saat-saat seperti itu apa yang kau pikirkan? jujur aku sangat cemas , aku takut amarahmu sampai ke kepala dan membuatmu tak bisa berpikir jernih. Kuharap kau tak benar-benar yakin dengan ancamanmu untuk menyerah. Kuharap kau masih bisa menghargai setiap saat yang kita habiskan. Seharusnya aku menggenggam tanganmu lebih erat bukan menyalahkanmu. Maaf.

Andai aku bisa mencintaimu dengan lebih baik, aku pasti punya lebih banyak kata-kata saat melihatmu kembali meramu doa, mematik lagi harapan ditengah badai. Aku bersyukur karena kau memilih bangkit meski harus tertatih dan beresiko membawa luka baru. Terimakasih ya, kau sungguh tabah. Kau mau merawat banyak luka dan memikirkan kebahagiaan orang-orang di sekitarmu. Kau sungguh luar biasa. Aku bersyukur telah mengenalmu dan masih ingin terus belajar darimu. Terimakasih sudah bekerja dengan keras. Terimakasih sudah mencari pertolongan dan lebih peduli tentang dirimu, kau berusaha bijaksana dengan mencintai dan mendengarkannya. Terima kasih telah melakukannya dengan baik sejauh ini.

Maukah kau memberiku kesempatan? Aku juga ingin sepertimu - mencintaimu dengan lebih baik. Aku ingin kita sering berdamai, saling menguatkan untuk mencintai Tuhan dan mencintai yang dicintaiNya. Aku selalu ingin memelukmu dan menemani sendumu hingga reda. Aku ingin menjadi kawan yang baik untuk bertukar kisah. Setelah Robb semesta alam, aku ingin menjadi yang selanjutnya tempat kau berbagi kejujuran. Semua rencana ini memang takkan sempurna dalam sekali percobaan, maka dari itu maukah kau memberiku ruang lebih luang untuk memaafkan?

Mm.. Tentang semesta, aku minta maaf ya. Aku tau itu bukan tugasmu, hanya Robb semesta alam yang berkuasa melakukannya. Luka karena itu pasti masih ada, semoga kau segera pulih.

Terakhir, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu yang seharusnya kukatakan sejak dulu :

Aku menyayangimu.
Sungguh menyayangimu.



Your dearest friend,




You.          




Komentar

Postingan Populer